Mohon Tunggu ...

Mohon Tunggu ...

PHRI Keberatan Wisatawan Harus Tes Antigen, Padahal Sudah Divaksin

PHRI Keberatan Wisatawan Harus Tes Antigen, Padahal Sudah Divaksin

YOGYAKARTA, Jalajahnusae.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan tamu hotel dari luar atau wisatawan yang masuk Yogyakarta tidak perlu membawa surat rapid tes antigen.

“Kalau sudah divaksin, cukup menunjukan surat vaksin saja. Ini kesepakatan kami dari pengelola hotel dan restoran,” kata Ketua PHRI Yogyakarta Pranowo Eryono ketika dihubungi Jalajahnusae.com, Rabu (10/03/2021).

Pernyataan ini sekaligus menjawab “kebingungan” masyarakat atas kebijakan yang disampaikan pemerintah DIY bahwa wisatawan dari luar DIY yang telah mendapatkan vaksin tetap wajib membawa surat hasil antigen negatif saat libur akhir pekan.

“Sebetulnya tidak hanya wisatawan dari luar Yogyakarta saja, kami juga sempat bingung, kenapa bisa begini. Kalau sudah di vaksin kan tinggal menjaga protokol kesehatan (proses saja). Sebab dengan kembali melakukan test antigen,akan tambah biaya,” ujar Deddy.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo bahwa bagi  wisatawan tetap wajib membawa surat keterangan hasil test antigen negatif.

“Ya masih diterapkan. Toh kalau kita naik pesawat kereta juga dilakukan persyaratan itu. Persyaratan untuk rapid antigen masih tetap (diberlakukan),” katanya sebagaimana dikutip Jalajahnusae dari kompas.com.

Dia menambahkan sekarang pihaknya sedang melakukan komunikasi dengan para pelaku pariwisata bagaimana nanti perlakuan bagi wisatawan yang telah melakukan vaksin.

“Kita juga koordinasi dengan Dinkes kalau kemudian ada wacana, umpamanya ada persyaratan yang sudah vaksin apakah menjadi prioritas bagi wisatawan yang akan membeli paket-paket khusus. Paket wisata sehat kan bisa kita lakukan juga,” jelas dia.

Dirinya menambahkan dengan tetap diberlakukan wajib menyertakan surat hasil antigen diharapkan dapat mengantisipasi masuknya virus corona varian baru yaitu B.1.1.7.

“Prinsipnya seiring dengan PPKM itu sendiri. Jadi PPKM sebetulnya membatasi atau memfilter pelaku perjalanan untuk menekan lajunya Covid-19 ini. Kemudian difilter lagi dengan rapid antigen,” kata dia.

Dengan demikian wisatawan yang datang ke DIY bisa menjaga diri sendiri maupun menjaga lokasi yang akan dikunjungi.

Ditambah lagi, sambung Singgih, pelaku wisata di DIY sudah mulai mendapatkan vaksinasi melalui program vaksinasi massal beberapa waktu lalu.

Kurang lebih ada 4.000 pelaku wisata yang mendapatkan vaksin.

” Jadi vaksin ini bagi pelaku pariwisata akan menambah percaya diri. Baik itu di destinasi untuk mereka sendiri. Maupun percaya diri bagi wisatawan yang akan berkunjung ke jogja,” ujar dia. (*/adh)

Source link